Jumat, 25 Februari 2011

Minal

Derap langkah riuh
Deram mesin mengiring
Manusia asal berbeda
Tak saling tegur sapa
Tak perlu tangga atas
Tak kenal tangga bawah
Semua sama seperti asalnya
Duduk mengamati manusia
Tak enggan beranjak

19: 02: 16
17/08/11

Gadis Lampion

Di bawah remang putih lampu
pecahan daun terbias bagai putih cahaya terpantul cermin
Seorang gadis bertutup kepala menunggu
di bawah remangan abu-abu kemerahan
Debu terhempas bagai butiran tak berharga
Seorang gadis menundukkan kepala
melihat kakinya yang beralas
matanya memandang ke bawah
tapi urat pikirnya berada di luar jangkauannya
Seperti menunggu
tapi tak ada yang kunjung datang

FebNamBelas

Merah hati atas hijau
pandanganku tak lepas dari itu
terawang dimensi waktu yang tak berkait dan tak pula berikat
Ku kira berakhir perjalanan kita
tapi waktu tak ijinkan semua berlalu
Makin merahlah semua
Ku kira lenyap harapan kita
tapi masa tak ijinkan semua terlebur
makin hijaulah semua
Ku tulis semua dalam lembaran lusuh kuning
Agar kau terkenang
Agar aku tak terbenam

2 lebih 4

2 lebih 4
tak kala ruhku berhembus di balik bulu-bulu romaku
layaknya yucca yang kembangnya terayun bayu
Aku sendiri bingung
mengapa jarum jam tak henti berdetak meski ku coba layangkan detak pusaran waktu
Apa Aku lupa 2 lebih 4
atau hanya hijau berbaur
yang melekat dalam palung syarafku
benar Aku lupa
tapi tidak benar-benar lupa...